|
SUNGAIPENUH, JG: Nama-nama bakal Calon Walikota (Cawako) Sungaipenuh terus mencuat. Kini jumlahnya sudah mencapai belasan nama Cawako yang bakal bertarung merebut kursi BH 1 RZ yang kini dijabat Hasvia Hasyimi. Menariknya, tiap kecamatan dalam Kota Sungaipenuh yang terdiri dari lima (5) kecamatan terus berupaya mengerucutkan figur yang bakal diusung untuk memimpin daerah pemekeran dari Kabupaten Kerinci itu. Para kandidat pun saling mengklaim bahwa dirinya didukung sepenuhnya oleh elemen masyarakat terutama dari tanah kelahirannya di lima kecamatan tersebut. Namun, kandidat lainnya yang bukan dari kecmatan tersebut, malah mendapat dukungan oleh kelompok kecamatan tersebut. Selain itu, dalam satu kecamatan terdapat banyak figur yang berminat maju di Pilwako Sungaipenuh. Sebut saja di Kecamatan Hamparan Rawang yang memiliki 10.247 pemilih potensial, ada beberapa nama Cawako Sungaipenuh antara lain Nuzran Joher, Damhar, Dahnil Miftah, dan lainnya. ''Hamparan Rawang ini ada beberapa calon yang muncul, Nuzran Joher, Damhar, Dahnil Miftah dan lainnya. Belum tahu siapa yang nantinya bakal maju, bisa-bisa yang maju dari Hamparan Rawang lebih dari satu,'' kata tokoh Kota Sungaipenuh kepada jambiglobal, Selasa, 2 Pebruari 2010. Dari Kecamatan Sungaipenuh lebih banyak lagi nama tokoh yang mencuat. Antara lain, dari Sungaipenuh ada nama Hasvia, Noviar Zen, Ikwan Agus, kemudian dari Pondok Tinggi ada nama AKBP Zulhelmi, Ambiar Usman, Efnizal Meiral dan lainnya, dan dari Dusun Baru ada nama Herman Muchtar dan Yos Adrino. Ketua DPD Kota Sungaipenuh, Yos Adrino mengakui banyak nama yang mencuat dari Kecamatan Sungaipenuh. ''Banyak nama yang mencuat saat ini,'' kata Yos Adrino, Selasa, 2 Pebruari 2010. Kecamatan Tanah Kampung yang memiliki 7.776 pemilih pun ada lebih satu nama yang muncul antara lain Zubir Muchtar mantan Sekda Kerinci dan Asafri Jaya Bakri . Mantan anggota DPRD Kerinci periode 2004-2009, Ruslan BK mengatakan bahwa tidak bisa satu orang kandidar Cawako mengklaim dirinya didukung sepenuhnya oleh masyarakat dari daerah asalnya. “Tidak mungkin bisa, sudah pasti suara akan terpecah dan terbagi-bagi,” terang Ruslan. Dirinya mengumpamakan dengan beberapa daerah yang notabene lumbung suara seperti Kecamatan Sungaipenuh dengan pemilih sekitar 25.463 jiwa itu sulit untuk bisa dikondisikan menjadi satu suara untuk mendukung satu calon. Dari Sungaipenuh saja sekarang ini sudah muncul beberapa nama seperti ada nama Hasvia, Noviar Zen, Ikwan Agus, kemudian dari Pondok Tinggi ada nama AKBP Zulhelmi, Ambiar Usman, Efnizal Meiral plus dari Dusun Baru ada Herman Muchtar dan Yos Adrino. “Walaupun sekarang ini adalah basis mereka tapi kalau sudah berbicara keluarga sudah barang tentu akan terpecah dan suara akan terbagi-bagi,” jelasnya. Terkecuali nantinya, jika dari Kecamatan Sungaipenuh yang terdiri dari berbagai desa dan kelurahan hanya muncul satu calon bisa jadi suara akan sepenuhnya ke kandidat yang bersangkutan. Pesisisr Bukit ada Ahmadi Zubir. “Ini belum lagi tokoh perantau yang kemungkinan juga berniat mencalonkan diri,” katanya. Menurut Ruslan BK kecendrungan masyarakat Kota Sungaipenuh sekarang ini berupaya mempertemukan para kandidat dan akan pada akhirnya hanya memunculkan satu orang nama. “Ya, ini yang dilakukan oleh masyarakat sekarang, bagaimana nantinya calon dari daerah mereka cukup satu orang dan yang benar-benar didukung masyarakat. Sebab mereka belajar dari pengalaman Pilbup Kerinci,” katanya. Berdasarkan data di KPU Kerinci, total pemilih potensial di Kota Sungaipenuh yang akan diperebutkan oleh banyak Cawako sebesar 66.236 pemilih. Meliputi Kecamatan Sungaipenuh 25.463 pemilih, Pesisir Bukit 13.402, Hamparan Rawang 10.247, Tanah Kampung 7.776 dan Kecamatan 7.321 mata pilih. (www.jambiglobal.com)
|