|
Berita Daerah |
Kerinci
|
|

Kerinci,JG – Akibat hujan deras yang menguyur Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh Minggu 7 Januari 2010 mengakibatkan beberapa ruas jalan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh terendam banjir. Tak luput pula jalan yang menghubung kumun ke kota sungaipenuh yang melintasi rumah dinas Bupati Kerinci di terjang banjir dadakan. Pantauan JG, genangan air yang merendam jalan raya sungai penuh kubun mencapai ketinggian hingga 30 cm sehingga membuat kendraan yang melintasi jalan tersebut mati mendadak. Salah seorang pengendara yang melintasi jalan tersebut mengatakan, dirinya semula menduga jika genangan air dijalan tersebut tidak teralalu tinggi sehingga dirinya terpaksa melaju terus, ternyata sampai ditengah gengangan banjir itu kendaraan miliknya lantas mati mendadak. Dikatakannya, ia berencana pulang ke rumahnya dengan melintasi jalan Tanah Kampung, akan tetapi lantaran hujan niat jalan arah Tanah Kampung dari Sungaipenuh dilupakannya lantaran takut juga terjebak banjir. “Saya tidak tahu juga kalau di Koto Lebu ini ada banjir,” ujarnya. Masih dari pantauan JG, para pengendara sepeda motor juga banyak yang terjebak. Bahkan diantara mereka yang hendak menuju arah Kumun dan sebaliknya menuju Sungaipenuh terpaksa memutar arah dan memilih jalan dipinggir Bukit meskipun sedikit agat jauh lantaran takut kendaraannya mati di tengah banjir. Hingga berita ini diturunkan kondisi jalan masih terendam banjir bahkan hujan meskipun tidak begitu lebat masih menguyur Kerinci dan Kota Sungaipenuh. Sejauh ini belum ada pihak terkait dan berkompeten yang bisa dihubungi. Untuk sekedar diketahui bahwa jalan raya Kumun – Sungaipenuh memang sudah menjadi langanan banjir lanataran air dari arah pinggir bukit atau dari Desa Koto Lebu hamper semuanya mengarah ke jalan tersebut dan sebagiannya masuk ke sawah. Bukan hanya sebatas itu saja malaha terkadang kondisi paling parah banjirnya terjadi di depan SMA 2 Sungaipenuh, namun lantaran sekolah sudah ditinggikan dan parit sudah diperbaiki maka didaearah ini sudah jarang terkena hantaman banjir. (www.jambiglobal.com)
|