Warga Tuntut Kepsek SD No 152/III Koto Iman Mundur
Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
Berita Daerah | Kerinci
Kerinci,JG – Aksi demo kembali berlansung di Kabupaten Kerinci, kali ini ratusam Wali Murid dan  murid SD No 152/III Koto Iman Kecamatan Danau Kerinci Sabtu 30 Januari 2010 melakukan aksi unjuk rasa.
Dalam tuntutannya, mereka menuntut Kepala Sekolah (Kepsek) SD No 152/III mengundurkan diri dari jabatan lantaran tidak bisa meningkatkan mutu pendidikan, selain itujuga masyarakat meminta pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dinilai tidak transfaran dan tidak digunakan dalam pembangunan sekolah.
Kepala Desa Koto Iman Herlambang mengatakan, ”Malahan yang menjadi pertanyaan kita adalah ada beberapa murid yang telah menamatkan sekolahnya di SD tersebut tidak mendapat ijazah, makanya kita protes, apakah ijazah itu telah dijual atau gimana sampai saat ini kita tidak tahu sama sekali,” ujarnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan, kalau dirinya telah menanyakan kondisi tersebut ke Kepsek setempat, namun tidak ada jawaban pasti. Makanya, diharapkan dengan adanya aksi ini bisa memberi jawaban. ”Kalau memang, Kepala Sekolah tidak bisa mengembangkan amanah sebagai kepala sekolah sebaiknya mundur saja,” tegasnya.
Hal senada juga dikatakan Ahmadi Thalib Kaur Kemasyarakatan Desa Koto Iman. Diakui Ahmadi, pihaknya telah berulang kali menanyakan kondisi tersebut bahkan selalu minta ada penjelasan terutama terkait masih ada anak yang telah tamat SD tapi tidak ada ijazah. ”Ini aneh, anak kita mau melanjutkan sekolah terpaksa hanya mengantongi surat keterangan supaya mau diterima. Selanjutnya bagaimana lagi dan kami sudah tanyakan berulang kali,” katanya.
Mendengar adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan wali murid SD No 152/III Koto Iman Kecamatan Danau Kerinci membuat Kepala UPTD Pendidikan Danau Kerinci Bustamin yang datang ke lokasi bersama beberapa orang stafnya. Bustamin mengakui pihaknya juga baru mengetahui adanya aksi ini. Masalah ijazah, dirinya akan menanyakan langsung dengan Kepala Sekolah SD 152/III Koto Iman. ”Saya akan menanyakan langsung, sebab biasanya begitu tahun ajaran berakhir ijazah sudah dibagikan tapi kenapa ada anak yang tamat sudah tiga tahun juga tidak diberikan ijazah,”jelasnya.
Sementara itu, Nadya Kepala Sekolah SD No 152/III tidak bisa dikonfirmasi, ditanya melalui no telpon yang biasa dipergunakannya juga tidak aktif.(www.jambiglobal.com)
 

Add comment


Security code
Refresh

full support by : MasRub Blog | tehVmedia | maintenance by : Arda